Langsung ke konten utama

Rasulullah dan Dakwah Agama


 
Fase-fase Dakwah Rasulullah
Ø  Dakwah Face to face; dari hati ke hati (Istri, Ali, Zaid, hamba sahaya Rasul, dan sahabat karib)
Ø  Dakwah pada yang terdekat (kerabat).
Ø  Dakwah pada masyarakat  umum


Dakwah pada Kerabat
Ø  Pertama, Rasul mengundang 45 anggota kerabat dan membuat pesta. Ketika Nabi hendak mengungkapkan sesuatu, Abu Lahab memotongnya dan menyatakan penolakan.
Ø  Kedua, Rasul mengundang untuk kedua kalinya. Rasul memiliki kesempatan menyampaikan dakwah, namun tidak ada satupun yang menerima, kecuali Ali.

Dakwah Pada Masyarakat Makkah
Ø  Dakwah ini dilakukan setelah Rasul mendapatkan wahyu, surat Al-Mudatsir (1-7).
Ø  Rasul mengumpulkan penduduk Makkah. Ia berdiri di bukit Shafa dan menyampaikan dakwah.
Ø  Abu Lahab memotong dakwah Rasul dan mengatakan “Celaka engkau. Apakah karena ini engkau mengumpulkan kami?”
Ø  Akhirnya turun Surat Al-Lahab.

Tiga Golongan Muslim Pertama
Ø  Golongan Tua, Khatijah dan Summayah, ibu dari Ammar bin Yasir.  Summayah mati dibunuh Abu Jahal.
Ø  Golongan Dewasa, Abu Bakar As-Shiddiq, Ustan bin Affan (34 thn), Abdurrahman bin Auf (32 thn), Sa’ad bin Abi Waqash (22 thn), Abu Ubaidah bin al-Jarrah (24 thn).
Ø  Golongan anak-anak, Ali bin Abi Thalib (12 thn), Thalhah bin Ubaidillah (15 thn), Zubair bin al-Awwam (15 thn).

Duka Cita Dakwah di Makkah
Ø  Rasul dianggap gila, penipu, pembuat syair gila, tukang tenung, dll.
Ø  Rasul difitnah, bahkan oleh kerabatnya (Ummu Jamil, Istri Abu Lahab). Al-Lahab: 4-5.
Ø  Abu Lahab meminta anaknya untuk menceraikan istrinya yang merupakan putri Nabi (Ruqayyah dan Ummu Kultsum). Ruqayyah akhirnya menikah dengan Ustman Bin Affan, Ummu Kultsum tetap menjanda.
Ø  Penyiksaan fisik Rasul dan para Sahabat. Uqbah bin Abi Mu’aid pernah mencekik Rasul, ketika Rasul sedang sholat hingga, hingga tersungkur.
Ø  Abdullah bin Mas’ud dan Abu Bakar pernah dipukuli, sementara Bilal pernah disiksa di tanah lapang.
Ø  Zubair bin Al-Awwam, sahabat muda (16 thn), juga mengalami siksaan.

Alasan Penolakan Dakwah
Prof. A Syalabi menyatakan bahwa alasan penolakan dakwah pada hakikatnya didasarkan pada empat alasan, yakni:
Ø  Persoalan status quo, politik para kabilah di Makkah
Ø  Goyahnya tradisi keagamaan dan ancaman stabilitas ekonomi pembuat berhala
Ø  Kekhawatiran leburnya kultur dan strata sosial bangsawan Makkah
Ø  Ketakutan akan kebangkitan hari akhir

Islam Dua Sahabat
Ø  Hamzah, saudara sepersusuan Rasul dan juga pamannya.
Ø  Sepulang berburu Hamzah ditegur seorang perempuan yang mengadu bahwa Muhammad dihina orang, Abu Jahal.
Ø  Lantas Hamzah mendatangi Abu Jahal dan memukulinya. Orang-orang bani Hasyim hendak melerai namun Abu Jahal membiarkan dan mengatakan “biarkan ia memukuliku, karena aku menghinakan saudaranya dengan caci maki yang keji”.
Ø  Umar bin Khattab, orang yang sangat membenci Rasul.
Ø  Umar sering memukuli budaknya yang telah ikut Islam.
Ø  Umar pernah mendengarkan bacaan Al-Qur’an, ketika Rasul membacanya di Ka’bah (Al-Haqqah: 41-43).
Ø  Umar pernah hendak membunuh Rasul, namun ia diberi tahu bahwa adiknya Fatimah binti Khattab dan suaminya, Khabah telah masuk Islam.
Ø  Umar mendatangi Fatimah yang sedang bersama Rasul di Baitul Arqam. Umar merapas Al-Qur’an dan membaca surat Thaha. Hingga ia masuk Islam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL HAKIM, MAHKUM FIH DAN MAHKUM ALAIH

Oleh: Siti Farida Sinta Riyana (11510080); Nur Aufa Handayani (11510081); Ahmad Ali Masrukan (11519985); Mayura (11510096); dan Muryono ( 11511038) A.       Al Ahkam 1.         Pengertian Al-Ahkam (hukum), menurut bahasa artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu. Sedang menurut istilah ialah ‘Khithab (titah) Allah Swt. atau sabda Nabi Muhammad Saw. yang berhubungan dengan segala amal perbuatan mukallaf , baik itu mengandung perintah, larangan, pilihan, atau ketetapan.

Imam Malik bin Anas (2 April 2014)

Biografi Imam Malik •          Lahir di Madinah, kakeknya termasuk sahabat Nabi. •          Malik bin Anas bin Malik bin Amir Al-Asbahi (93-179 H). •          Ia pernah belajar pada Rabi’ah bin Abdurrahman, Abdurrahman bin Hurmus (7 thn), Nafi’ bin Umar, dan Ibnu Syihab Zuhri.